Aku tak ingin berjalan di dunia semu
Coba lihat sejenak tubuh ini
Sang seniman melukis noktah hitam
Noktah yang katamu berbalut cinta
Menghias sekujur tubuhku
Tubuhku yang melebur menjauh
Menuju ruang dimensi sepi
Semua yang terlihat terasa semu
Tak kan mampu tanganku menyentuh
Apalagi mengapaimu
Tenggelamku dalam jiwa yang kosong
terdampar didasar penantian
Terasa konyol tapi bukan komedi
Terasa mesra tapi bukan drama cinta
Kurasakan sandiwara dunia yang semu
Dengan alunan lagu yang mengharubiru
Kau lihat aku tetap berjalan
Meniti jembatan berjelaga
Menjemput tangan2 yang melambai menjauh
Dan memeluk sosokmu yang semu
Senin, 23 Juni 2008
Semu
Jumat, 23 Mei 2008
Tempat Terindah di Negeri ini adalah di Dadamu
Bosanku melihat segala penjuru,biar siang terasa malam,negeri ini sudah di kontrak para kaum munafik,apa bedanya kita dengan budak.Asal tuan senang peduli amat dengan perasanku,perasanmu,perasaan kita dan...perasaan mereka tentunya.Perasan kaum yang slalu merasa tertekan,perasan kaum yang hanya bisa melongo saat melihat berita:Apa BBM naik?harga susu ikut-ikutan naik?mau minum apa bayi kita?minum air cucian beras?Beras juga mahal ya?Berasnya sudah habis buat sarapan?nanti siang mau makan apa?Ayah belum dapat kerja?atau baru di PHK?Kakak sekolah pake apa?mau pinter saja harus jadi jutawan dulu?Jadi pengedar narkoba saja?jadi pelacur?jadi pengemis?jadi mayat saja lebih mudah! Buat apa punya pemerintah kalau tujuh turunan tambah susah....
Tak dapat ku temukan keindahan di negri ini,mau bernapas saja harus pake uang.Pikiran pun terasa kering,ide entah tak terjamah.Mau jadi profesor ,biaya malah tekor.Tapi ,ku merasa beruntung,Tuhan tlah mengirim seseorang untuk menyejukkanku,Memberi semangat untuk terus bermimpi....dan mungkin benar,Tempat terindah untuk ku bersandar adalah dirimu....Tempat Terindah di Negeri ini adalah di Dadamu...Sayang.
Minggu, 27 April 2008
Potret Kegilaan

Pikiranku terpenjara,
Bosanku melihat realita,
Semua terasa mengaduh,
Luka-luka slalu dibasuh,
Kepala pun kian cidera,
otak tergeletak retak,
Nafas menyempit sesak.
Haruskah ku bilang pada semua,
Katakan saja aku gila,
Mereka akan bilang,"ya!"
Puas kau tersenyum bangga,
Pukul saja kepalaku,
Injak-injak dengan sepatumu,
Hingga otakku tambah retak,
Nafasku kian sesak,
Dan keluarkan kameramu,
Lihat Si Gila bergaya,
akankah kau terpesona,
atau kau akan meludah,
Memanggil truk sampah.
Itulah hasil karyamu,
Realita akan menertawakanmu,
dan Si Gila akan memelukmu.
(aw_14 agustus 'o7)
Selasa, 15 April 2008
Aku muak dengan semua
Suara-suara sampah terus terdengar
Kebohongan mulai terasa benar,
Benar-benar bohong
Keramaian hanya dimensi pembodohan,
Dimensi matrix yang terasa konyol,
Kenyataan hanyalah ruang yang membuat sakit jiwa...
Aku muak dengan semua..
Kamis, 10 April 2008
Kota Imajinasi
Hari ini ku datang,datang dengan kemuraman tersimpan dalam tubuh yang begitu letih.Aku datang padamu tanpa kisah kasih gadis terkasih,tanpa permainan intuisi,dan tanpa canda tawa di usia muda.Sudah saatnya kita berpikir,tentang pikiran-pikiran yang belum pernah terjamah oleh tangan-tangan kemunafikan.Saat semua berpikir tentang pesta dan masa muda,aku akan membawa topi pikiranku menemui sebuah kota.Kota dimana ketenangan dan keindahan selalu menyapa,Kota yang begitu jauh dari cinta yang kasat mata.Kota yang dihuni oleh Laskar Imajinasi.
Hanya di kota itu,Imajinasi akan berkembang menjadi visi,dan akhirnya akan menjadi sebuah aksi.Saat dunia kasat mata menertawakanku,saat ku tak tahu siapa aku,dan keluarga tidak lebih dari hiasan rumah yang bisu.Pikiran yang indah adalah sebuah tujuan.Aku akan berjalan bersama Laskar Imajinasi.Menembus budaya yang kasat mata.Dan akan menjadi sutradara bagi Sang Diktaktor.
Aku cinta padamu.Bisa ku rasa kau dan aku tidak terbatas.Kau adalah Penguasa kota Imajinasi.Sentuhan yang menjadi prolog terpenting.Dan aku adalah Dirimu,nafasmu,dan Aksimu.Dan Reaksi adalah akhir dari segala.(Aw_10 april 2008)
Rabu, 09 April 2008
Kau Tak Seperti Bidadari
Ku berharap akan sentuhan bidadari yang bisa mengerti pikiranku.
Sentuhan yang bisa menghargai kota imajinasi yang ku bangun dalam pikiranku...
Kota yang ku bangun dengan serpihan inspirasi tak terjamahkan...
Muak ku menerima celaan!Celaan dari pikiran-pikiran kosong itu..
Pikiran yang tak pernah mengenalku seutuhnya....
Aku muak dengan sikapmu...
Sikap yang sesuka egomu...
Sikap yang menorehkan jelaga bagi hati Sang Pujangga...
Kau pikir kau anggun?Dengan tawa mu yang mencekik...
Aku semakin ragu,dengan kemurnian tawamu....
Puaskan saja hatimu dan hati teman-temanmu...
Bukan kah itu terlalu penting untukmu...
Tertawalah dengan egomu...
Dan aku tak lebih dari hiasan-hiasan yang kau pajang di tempat sampah...
Aku muak dengan tatapan mu!
Apalagi dengan tingkah-tingkahmu yang tidak penting...
Tebar pesona itu tidak penting..
aku muak dengan semua ini!!!!
Selasa, 08 April 2008
Jam Tanganku Satu-satunya
Aku hidup di detik-detikmu,
Bernapas menghirup menitmu,
Berlari searah jarum jam,
Menggapai hari bersamamu,
Tak mampu tanganku tanpamu,
Aku buta tentang waktu,
Kau memberi mata padaku,
Setiap derajat gerak-gerikku,
Rotasi jarum berputar slalu,
Membentuk gerak melingkar beraturan,
Gerak usiaku yang berlalu.
aw_8 april 2008,10.00 p.m